Senin, 21 Agustus 2017

Penjelasan tentang 6F dan 6G pipa

                                          penjelasan

6F : Pengelasan sambungan sudut / filter posisi sumbu berbentuk sudut 45° tidak di putar pada pipa dengan proses las manual.

6G : Pengelasan sambungan sudut / Butt Grave posisi sumbu membentuk 45° tidak dapat di putar pada pipa dengan proses las busur manual.

Power Point :


Video :

Jobsheet :

Jobsheet :
A.   TUJUAN :
Setelah melaksanakan pembelajaran peserta diharapkan akan mampu : 
1.    Menggunakan peralatan dan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja.
2.    Mengatur penggunaan arus pengelasan sesuai dengan pekerjaan.
3.    Menyambung 2 pipa dengan menggunakan las listrik sesuai SOP

B.   ALAT DAN BAHAN :
       1.Alat : 
a.    Seperangkat peralataan las busur manual.
b.    Alat keselamatan dan kesehatan kerja kerja.
c.    Lembaran kerja/gambar kerja
2. Bahan : 
a.    Plat baja karbon ukuran 50 x 20 mm (2 buah)
b.    Elektroda E 6013 dengan diameter 2,6 mm

C.   KESELAMATAN KERJA : 
      1.  Periksa persambungan kabel-kabel las. Jaga agar tidak ada yang kurang kuat/ longgar.  Jauhkan benda-benda yang mudah terbakar dari lokasi pengelasan.
    2.  Gunakan alat keselamatan dan kesehatan kerja yang layak dan sesuai dengan fungsinya. 
    3. Jangan gunakan tang dan kabel las yang tidak terisolasi.
      4. Bekerjalah pada ruang las dengan sirkulasi udara / ventilasi yang cukup.
   5. Usahakan ruang las/ tempat pengelasan tidak terbuka, sehingga cahaya las tidak mengganggu lingkungan/ orang lain yang berada di sekitar lokasi. 
     6.  Bertanyalah pada Instruktor/ pembimbing jika ada hal-hal yang tidak dimengerti dalam melaksanakan pekerjaan. 
    7.   Bersihkan alat dan tempat kerja setelah selesai bekerja.

D.   LANGKAH KERJA :
    1.   Siapkan 2 bahan las dengan ukuran masing-masing 50 x 20 mm, kikir/ grinda bagian-bagian yang tajam.
 2.Dekatkan 2 pipa yang akan dilas kemudian tempatkan dimeja las


   3. Atur amper pengelasan
   4.  Buat las titik dibagian kedua ujung benda yang akan disambung

                                                                                           
 5. Bersihkan kerak hasil las titik tersebut dengan Palu, setelah bersih dari kerak lakukan pengelasan pada sambungan pipa besi


    6. Dinginkan dan bersihkan bahan sebelum diserahkan pada Instruktor/ pembimbing.
   7. Periksakan hasil las yang dikerjakan pada Instruktor/ pembimbing

  8.Lakukan pengelasan ulang sesuai petunjuk Instruktor/ pembimbing, jika belum mencapai kriteria.

A.      Prosedur Umum
Secara umum, prosedur-prosedur yang harus dilakukan setiap kali akan, sedang dan setelah pengelasan adalah meliputi hal-hal berikut ini :
Adanya prosedur pertolongan pertama pada kecelakaan ( P3K ) dan prosedur penanganan kebakaran yang jelas/tertulis.
Periksa sambungan-sambungan kabel las, yaitu dari mesin las ke kabel las dan dari kabel las ke benda kerja / meja las serta sambungan dengan tang elektroda. Harus diyakinkan, bahwa tiap sambungan terpasang secara benar dan rapat.
Periksa saklar sumber tenaga, apakah telah dihidupkan.
Pakai pakaian kerja yang aman.
Berdiri secara seimbang dan dengan keadaan rileks.
Selalu gunakan kaca mata pengaman ( bening ) selama bekerja.
Periksa, apakah penghalang sinar las/ ruang las sudah tertutup secara benar.
Konsentasi dengan pekerjaan.
Setiap gerakan elektroda harus selalu terkontrol.
Tempatkan tang elektroda pada tempat yang aman jika tidak dipakai.
Bersihkan terak dan percikan las sebelum melanjutkan pengelasan berikutnya.
Matikan mesin las bila tidak digunakan.
Jangan meninggalkan tempat kerja dalam keadaan kotor dan kembalikan peralatan yang dipakai pada tempatnya.

B.      Persiapan Peralatan dan Bahan Las
Secara umum peralatan yang diperlukan untuk pengelasan pipa dan pengelasan pelat adalah sama, namun untuk posisi 6F dan 6G diperlukan alat bantu untuk menjaga agar posisi pipa yang dilas cukup kuat dan kokoh pada keadaan miring 45o, yakni berupa dudukan atau klem yang dapat diatur secara fleksibel. Tapi pada pekerjaan di lapangan dapat dilakukan dengan memberi penyangga, penguat atau dengan memberi las catat pada bagian yang aman dan tidak merusak benda kerja.

Adapun persiapan bahan las (pipa) pada prinsipnya tidak berbeda untuk tiap posisi pengelasan, baik persiapan sambungan sudut ( fillet) maupun untuk sambungan tumpul ( butt) kecuali WPS untuk pekerjaan tertentu menghendaki lain. ( Metode-metode persiapan tersebut telah dibahas pada Teknik Pengelasan Pipa Posisi 1F, 2F, 1G dan 2G serta 5F & 5G dengan Proses SMAW)

C.      Metode-metode Pengelasan
1.       Las Catat ( Review )
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan las catat ( tack weld) pada pengelasan pipa adalah sebagai berikut : 
Bahan las harus bersih dari bahan-bahan yang mudah terbakar dan karat.
Jumlah las catat pada pengelasan pipa secara umum adalah 3 sampai 4 las catat atau tergantung pada WPS pekerjaan tersebut.
Agar lebar gap ( root gap) sama di sekeliling pipa, maka sebaiknya gunakan pasak atau pembatas setebal gap pada saat las catat dilakukan.
Panjang las catat adalah antara 2 – 3 kali tebal pipa yang dilas atau sekitar 20 mm.


Secara umum tidak ada perbedaan teknik pembuatan las catat untuk semua posisi pengelasan. ( Metode-metode pembuatan las catat tersebut telah dibahas pada Modul Pengelasan Pipa Posisi 1F, 2F, 5F dan 1G, 2G, 5G dengan Proses SMAW).




2.       Penempatan Benda Kerja ( Pipa )
Penempatan pipa/ benda kerja pada pengelasan posisi 6F dan 6G adalah posisi di mana pipa ditempatkan pada posisi sumbu sudut 45 derajat serta tidak dapat diputar (posisi tetap), baik pada sambungan sudut maupun pada sambungan tumpul dengan penyimpangan sudut tidak lebih dari 5 derajat.

3.       Arah Pengelasan
Arah pengelasan (elektroda) pada proses las busur manual pada posisi 6Fdan 6G terdiri dari: arah naik dan arah turun, dimana penerapan kedua arah pengelasan tersebut harus mengacu pada tuntutan pekerjaannya atau WPS.

Secara umum untuk pengelasan root dengan menggunakan elektroda cellulose diterapkan pengelasan arah turun dan jika menggunakan elektroda low hydrogen adalah arah naik, sedangkan untuk pengisian ( filler) dan pengelasan akhir ( capping) diterapkan arah naik, kecuali WPS pekerjaan tersebut menentukan arah turun.

Ketentuan-ketentuan arah pengelasan pipa pada posisi 6F dan 6G relatif sama dengan pengelasan pada posisi 5F dan 5G, dimana jika mulai dari arah atas, maka dimulai dari posisi jam 11.00 atau jam 01.00 (sudut 30 derajat dari titik puncak) melintas posis jam 05.00. Sedangkan jika pengelasan dilakukan dimulai dari bawah, maka setengah jalur pengisian pertama pada posisi jam 05.00 atau jam 07.00.


4.       Gerakan Elektroda dan Urutan Pengelasan
a.       Pengelasan Sambungan Sudut atau Pipa-Flens :
Pada pengelasan sambungan sudut atau pipa-flens posisi 6F umumnya dilakukan arah naik. Untuk pengelasan jalur pertama diterapkan bentuk gerakan/ ayunan segi tiga (miring sesuai dengan kelengkungan pipa ) atau zig-zag miring ( whip action ), sedang pada jalur-jalur berikutnya sangat tergantung pada bentuk jalur pertama. Jika hasil dari pengelasan jalur pertama cukup lebar dan rata, maka dapat diterapkan bentuk ayunan zig-zag ( straight weave ) atau ½ C ( curved weave ) dengan menahan sedikit lebih lama pada sisi atas, tapi jika hasil jalur pertama masih cukup sempit (membentuk sudut), maka ayunannya masih tetap seperti jalur pertama ( segi tiga ) atau dapat diterapkan bentuk kotak ( box weave ).

b.       Pengelasan Sambungan Tumpul :
Pada sambungan tumpul kampuh V posisi 6G, dapat dilakukan arah turun atau naik. Terutama jika melakukan pengelasan jalur pertama ( root pass) menggunakan elektroda cellulose biasanya diterapkan arah turun dengan menerapkan ayunan bentuk zig-zag miring ( whip action) atau hanya ditarik saja (tanpa diayun), dan ayunan segi tiga atau ½ lingkaran jika menggunakan elektroda low hydrogen (arah naik).

Sedangkan untuk pengelasan pengisian dan akhir ( filler dan capping) dapat diterapkan ayunan yang sama dengan pengelasan sambungan sudut ( fillet).


c.       Urutan Pengelasan :
Urutan pengelasan sambungan sudut pada pipa atau pipa-flens adalah relatif sama dengan urutan pengelasan sambungan sudut posisi tegak pada pengelasan pelat dan pengelasan sambungan tumpul ( kampuh V ) pada pipa adalah relatif sama dengan pengelasan sambungan tumpul pada pelat pada posisi tegak.



   Soal : 
1. Apa yang di sebut posisi pengelasan sambungan 6F/6G pipa...
2. Pada sambungan apakah posisi pengelasan sambungan 6F/6Gpipa...
3. Pada pengelasan sambungan 6F pipa cairan logam cenderung mengalir ke...
4. Berapa derajat elektroda yang akan di miringkan pada saat mengelas sambungan 6F/6G pipa...
5. Elektroda apakah yang dipakai untuk pengelasan sambungan 6F/6G pipa...
6. Sebutkan alat utama yang di gunakan untuk mengelas sambungan 6F/6G pipa...
7. Berapa ampere yang dipakai pada saat melakukan pengelasan sambungan 6F/6G pipa...
8. Cacat apakah yang sering terjadi pada saat melakukan pengelasan sambungan 6F/6G pipa...
9. Bagaimanakah cara pengatasi cacat las tersebut..
10. Kenapa bisa terjadi cacat las pada plat saat melakukan pengelasan sambungan 6F/6G pipa...

Senin, 14 Agustus 2017

Posisi pengelasan 5F & 5G (pipa)

Materi dan Bahan

Posisi pengelasan 5F Pipa adalah posisi pengelasan sambungan sudut mendatar atau horizontal namun pipa tidak dapat diputar

Posisi pengelasan 5G Pipa adalah posisi pengelasan sambungan tumpul mendatar atau horizontal pada pipa namun pipa tidak dapat diputar


Link PPT :
https://drive.google.com/file/d/0B74QbiFqgYxNWmliNlhLU01rTjQ/view?usp=drivesd

Video 5F pipa :
https://m.youtube.com/watch?v=G3f88_8coNE
Video 5G pipa
https://m.youtube.com/watch?v=_oGbzgpw19k

Job Sheet

A.   TUJUAN :
Setelah melaksanakan pembelajaran peserta diharapkan akan mampu :
1.    Menggunakan peralatan dan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja.
2.    Mengatur penggunaan arus pengelasan sesuai dengan pekerjaan.
3.    Menyambung 2 pipa dengan menggunakan las listrik sesuai SOP

B.   ALAT DAN BAHAN :
       1. Alat :
a.    Seperangkat peralataan las busur manual.
b.    Alat keselamatan dan kesehatan kerja kerja.
c.    Lembaran kerja/gambar kerja
       2. Bahan :
a.    Pipa baja karbon ukuran (2 buah)
b.    Elektroda E 6013 dengan diameter 2,6 mm

C.   KESELAMATAN KERJA :
    1.  Periksa persambungan kabel-kabel las. Jaga agar tidak ada yang kurang kuat/ longgar.  Jauhkan benda-benda yang mudah terbakar dari lokasi pengelasan.
    2.  Gunakan alat keselamatan dan kesehatan kerja yang layak dan sesuai dengan fungsinya.
    3.  Jangan gunakan tang dan kabel las yang tidak terisolasi.
    4. Bekerjalah pada ruang las dengan sirkulasi udara / ventilasi yang cukup.
    5. Usahakan ruang las/ tempat pengelasan tidak terbuka, sehingga cahaya las tidak mengganggu lingkungan/ orang lain yang berada di sekitar lokasi.
    6.  Bertanyalah pada Instruktor/ pembimbing jika ada hal-hal yang tidak dimengerti dalam melaksanakan pekerjaan.
    7.   Bersihkan alat dan tempat kerja setelah selesai bekerja.

D.   LANGKAH KERJA :
    1.   Siapkan 2 bahan las dengan ukuran masing-masing 50 x 20 mm, kikir/ grinda bagian-bagian yang tajam.
    2.  Dekatkan 2 plat yang akan dilas kemudian tempatkan dimeja las
    3.  Atur amper pengelasan
    4.  Buat las titik dibagian kedua ujung benda yang akan disambung                                                                                        
    5.  Bersihkan kerak hasil las titik tersebut dengan palu, setelah bersih dari kerak lakukan pengelasan pada sambungan plat besi.
    6.  Dinginkan dan bersihkan bahan sebelum diserahkan pada Instruktor/ pembimbing.
    7. Periksakan hasil las yang dikerjakan pada Instruktor/ pembimbing
    8.Lakukan pengelasan ulang sesuai petunjuk Instruktor/ pembimbing, jika belum mencapai kriteria.

Soal-soal

1.Apa yang dimaksud dengan 5F Pipa?
2.Apakah posisi pengelasan 5F dan 5G Pipa dapat diputar?
3.Apa yang dimaksud dengan 5G Pipa?
4.Apa kepanjangan dari SMAW?
5.Sudut bevel pada sambungan tumpul 5G pipa adalah?

Selasa, 08 Agustus 2017

2F dan 2G Pipa


Modul pembelajaran
https://drive.google.com/file/d/1WZCJzZViIpTPcqj18QU57y34LxE2ZMGo/view?usp=drivesdk

Materi pembelajaran

Las  SMAW ( Shield Metal Arc Welding ).
Pengertian Las SMAW adalah sebuah proses penyambungan logam yang menggunakan energi panas untuk mencairkan benda kerja dengan elektroda , contoh dibawah ini ada 2 posisi dari pengelasan SMAW:

2F : pengelasan sambungan sumbu fillet atau horizontal pipa dapat diputar dengan proses las busur mekanik

2G : pengelasan tumpul / butt groove posisi sumbu tegak dapat di putar pada plat dengan proses las busur mekanik

PPT :
https://drive.google.com/file/d/1FgvvjLMehEJIr9Oxxkvt_OlqLy6zeytb/view?usp=sharing


2F pipa

2G pipa


Video :
2F pipa : https://m.youtube.com/watch?v=nq2LgmThpP8
2G pipa : https://m.youtube.com/watch?v=TlBzsqx00rk



Job Sheet :
https://drive.google.com/file/d/1TMuTb4EWqkpYvG-gS2ztQZU3SIzWn6Y0/view?usp=drivesdk


Soal-soal :

http://administrasingajar.blogspot.com/2016/09/soal-dan-kunci-jawaban-pengelasan.html?m=1

Senin, 07 Agustus 2017

1G pipa dan 1F pipa


1G pipa adalah pengelasan sambungan tumpul/Butt Greave posisi sumbu simetri dapat di putar pada pipa dengan proses las busur manual.

1F pipa Adalah Posisi pipa sambungan tumpul.
Proses hampir sama dengan pengelasan sudut palda plat 1F. Tapi pada sambungan ini kerenggangan antar benda di sambung menyerupai bentuk "v". Sudut yang di gunakan 45°. Ketika mengelas pipa berputar terhadap sumbu horizontal.

Gambar :
1G pipa
1F pipa

Video :
1G
https://m.youtube.com/watch?v=_4v-AmUlJX0

1F
https://m.youtube.com/watch?v=5Qe56fSIt1I

PPT :

1G
https://drive.google.com/file/d/0B_nEzEr_PLmRalZaZzdnS1oyYW8/view?usp=drivesdk

1F
https://drive.google.com/file/d/0B_nEzEr_PLmRcVNUeW5kTjhlNDg/view?usp=drivesdk

Job Sheet :

A.   TUJUAN :
Setelah melaksanakan pembelajaran peserta diharapkan akan mampu :
1.    Menggunakan peralatan dan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja.
2.    Mengatur penggunaan arus pengelasan sesuai dengan pekerjaan.
3.    Menyambung 2 pipa dengan menggunakan las listrik sesuai SOP

B.   ALAT DAN BAHAN :
       1.Alat :
a.    Seperangkat peralataan las busur manual.
b.    Alat keselamatan dan kesehatan kerja kerja.
c.    Lembaran kerja/gambar kerja
2. Bahan :
a.    Plat baja karbon ukuran 50 x 20 mm (2 buah)
b.    Elektroda E 6013 dengan diameter 2,6 mm

C.   KESELAMATAN KERJA :
      1.  Periksa persambungan kabel-kabel las. Jaga agar tidak ada yang kurang kuat/ longgar.  Jauhkan benda-benda yang mudah terbakar dari lokasi pengelasan.
    2.  Gunakan alat keselamatan dan kesehatan kerja yang layak dan sesuai dengan fungsinya.
    3. Jangan gunakan tang dan kabel las yang tidak terisolasi.
      4. Bekerjalah pada ruang las dengan sirkulasi udara / ventilasi yang cukup.
   5. Usahakan ruang las/ tempat pengelasan tidak terbuka, sehingga cahaya las tidak mengganggu lingkungan/ orang lain yang berada di sekitar lokasi.
     6.  Bertanyalah pada Instruktor/ pembimbing jika ada hal-hal yang tidak dimengerti dalam melaksanakan pekerjaan.
    7.   Bersihkan alat dan tempat kerja setelah selesai bekerja.

D.   LANGKAH KERJA :
 1.   Siapkan 2 bahan las dengan ukuran masing-masing 50 x 20 mm, kikir/ grinda bagian-bagian yang tajam.
 2.Dekatkan 2 pipa yang akan dilas kemudian tempatkan dimeja las
 3. Atur amper pengelasan
 4.  Buat las titik dibagian kedua ujung benda yang akan disambung
 5. Bersihkan kerak hasil las titik tersebut dengan palu, setelah bersih dari kerak lakukan pengelasan pada sambungan pipa besi
 6. Dinginkan dan bersihkan bahan sebelum diserahkan pada Instruktor/ pembimbing.
 7. Periksakan hasil las yang dikerjakan pada Instruktor/ pembimbing
 8.Lakukan pengelasan ulang sesuai petunjuk Instruktor/ pembimbing, jika belum mencapai kriteria.


Soal :

1. Apa yang di sebut posisi pengelasan sambungan 1G pipa dan 1F pipa...

2. Pada sambungan apakah posisi pengelasan sambungan 1G dan 1F pipa...

3. Pada pengelasan sambungan 1G pipa cairan logam cenderung mengalir ke...

4. Berapa derajat elektroda yang akan di miringkan pada saat mengelas sambungan 1G pipa...

5. Elektroda apakah yang dipakai untuk pengelasan sambungan 1G dan 1F pipa...

6. Sebutkan alat utama yang di gunakan untuk mengelas sambungan 1F pipa...

7. Berapa ampere yang dipakai pada saat melakukan pengelasan sambungan 1G dan 1F pipa...

8. Cacat apakah yang sering terjadi pada saat melakukan pengelasan sambungan 1G pipa...

9. Bagaimanakah cara pengatasi cacat las tersebut..

10. Kenapa bisa terjadi cacat las pada plat saat melakukan pengelasan sambungan 1G pipa...

Senin, 31 Juli 2017


Las busur manual posisi 4F dan 4G pada pelat

Posisi 4F
Pengelasan sambungan sudut atau fillet posisi atas kepala atau over head pada pelat dengan proses las SMAW


Berikut video pengelasan posisi 4F SMAW https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=%23&ved=0ahUKEwia-Ij157TVAhVHso8KHeupAV44HhDFrwEIHDAB&usg=AFQjCNF1sHlk2z9QIx28jtvfnGP_UlkifA

Posisi 4G
Posisi di Atas Kepala (Over Head), Posisi pengelasan ini sangat sukar dan berbahaya karena bahan cair banyak berjatuhan dapat mengenai juru las, oleh karena itu diperlukan perlengkapan yang serba lengkap antara lain: Baju las, sarung tangan, sepatu kulit dan sebagainya. Mengelas dengan posisi ini benda kerja terletak pada bagian atas juru las dan kedudukan elektroda sekitar 5º – 20º terhada garis vertikal  dan 75º – 85º terhadap benda kerja


Berikut video pengelasan posisi 4G SMAWhttps://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=%23&ved=0ahUKEwiSrpOn6bTVAhUBqI8KHSB9DIgQxa8BCCswBg&usg=AFQjCNF1sHlk2z9QIx28jtvfnGP_UlkifA

PPT
https://drive.google.com/file/d/0B-c3_OzifCByZC12NTRHTlA5MHM/view?usp=drivesdk

Job Sheet

1. Posisi pengelasan 4F

1. Persiapan Sebagai langkah persiapan, perhatikan hal-hal berikut ini :
(1) Pasanglah lurus vertikal logam dasar dengan penahan / penyangga 75°-85°.
(2) Atur posisi logam dasar kira-kira 50 mm lebih rendah dari arah pandang lurus.
(3) Bersihkan permukaan logam dasar dengan sikat kawat.
2. Posisi badan saat pengelasan
(1) Masukkan elektroda kedalam pengait pada tangkai pemegang
(2) Letakkan kabel dipundak.
(3) Posisi anda berdiri harus kaki melebar supaya tubuh anda stabil .
3. Penyalaan busur
(1) Atur arus las sekitar 110 -130A.
(2) Sudut elektroda terhadap logam dasar harus 5°-20° .
(3) Nyalakan busur sekitar 10-20 mm didepan titik awal dan putar balik lewat starting point .
4. Pengelasan rigi – rigi
(1) Jagalah agar sudut elektroda terhadap arah pengelasan.
(2) Gerakkan elektroda dari tepi ke tepi dengan menggerakkan lengan.
(3) Usahakan busur pendek.
(4) Gerakkan elektroda dengan cepat ditengah rigi-rigi tapi dengan pelan pada kedua sisi.
(5) Gerakkan elektroda dari tepi ke tepi tidak melebihi 3x diameter elektroda.
(6) Majukan jarak las supaya rigi-rigi menutupi separoh rigi-rigi lainnya
(7) Jaga posisi busur agar selalu didepan terak

2. Posisi pengelasan 4G

A. tujuan Intruksional
Setelah mempelajari dan berlatih dengan tugas ini,diharapkan mampu membuat sambungan tumpul kampuh V posisi 4G dilas satu sisi pada flatt menggunakan elektroda rutil dengan memenuhi kriteria:
* lebar jalur las 14mm
* tinggi jalur las 2mm
* sambungan jalur rata
* peneterasi minimum 90%
* undercut maksimum 10%
* tidak overlap
* terak terperangkap maksimum 2mm²
* perubahan bentuk distorsi 5°

B. Alat dan bahan
 1.alat
*seperangkat mesin LBM (SMAW)
*Satu set alat keselamatan kerja
*satu set alat bantu LBM
  2.Bahan
*plat baja lunak ukuran 100x300x10mm, di bevel 30-35 drajat
*elektroda AWS-E 7016 dan 6012 atau 6013

C. Keselamatan kerja
*gunakan helm las
*rapihkan sisi tajam plat dengan grinda
*pakailah werpack
*ganti kaca filter jika rusak
*gunakan sarung tangan
*hati hati dengan benda panas hasil las

D. Gambar kerja



E. Langkah kerja
*siapkan peralatan LBM dan alat bantu
*siapkan minimum 2buah bahan las ukur 100x300x10mm
*atur amper pengelasan dengan diameter elektroda 60-120A
*lakukan las catat dengan elektroda AWS-E 6012
*lakukan pengelasan urut dengan menggunakan elektroda 6013
*periksa hasil las sebelum melanjutkan
*sebelum melakukan pengelasan capping grinda permukaan jalur las tersisa antara lain 0,5-1mm
*lanjutkan pengelasan sampai selesai

SOAL

1. Apa yang di maksud dengan pengelasan posisi 4F
2. Apa yang dimaksud dengan pengelasan posisi 4G
3. Sebutkan alat dan bahan yang dipakai pada pengelasan tersebut
4. Berapakah minimum penetrasi pada posisi 4G
5. Berapa jarak root face pada sambungan tumpul 4G?
7. Sudut bevel pada sambungan tumpul 4G adalah
8. Bagaimana cara mengatasi distorsi
9. Ada berapa pengelasan pada 4F
10. Apa pengertian DCSP

Senin, 24 Juli 2017

*Materi Posisi 3F dan 3G

Alat-alat las SMAW dibedakan menjadi 3 kelompok,
alat utama
alat bantu dan
alat keselamatan kerja

Alat utama las SMAW yaitu :
Kabel tenaga
Trafo las (generator)
Kabel massa
Kabel elektroda
Pemegang elektroda
Penjepit massa

Alat batu las SMAW antara lain :
Meja las
Palu terak
Palu konde
Gerinda tangan
Mistar baja
Sikat baja
Ragum
Kikir
Penjepit benda kerja

alat keselamatan kerja las antara lain :
Helm las (topeng las)
Kaca las hitam
Kaca las putih
Apron (pelindung dada)
Baju kerja
Sarung tangan
Sepatu kulit kapasitas 2ton
Masker

Pengelasan posisi 3F dan 3G

*3F
    Pengelasan sambungan sudut/fillet posisi tegak/vertikal pada flatt dengan proses las busur manual.



*3G
      Pengelasan sambungan tumpul /Butt/Groove posisi tegak/vertikal pada flatt dengan proses las busur manual dalam mengelas vertikal 3G cairan logam cenderung mengalir ke bawah.kecenderungan penetesan dapat diperkecil dengan memiringkan elektroda 10 sampai 15 kebawah.

 Posisi Pengelasan 3F dan 3G

3G

3F


*Video

Contoh video pengelasan 3F
https://m.youtube.com/watch?v=oylXbOOZh_c

Contoh video pengelasan 3G
https://m.youtube.com/watch?v=2FO56RqldAg

*PPT

https://drive.google.com/file/d/0B1uFuwZpS6WQdWw1T2xia2lyWGc/view?usp=drivesdk

*Job Sheet

1. POSISI PENGELASAN 3F


1. Persiapan Sebagai langkah persiapan, perhatikan hal-hal berikut ini :

(1) Pasanglah lurus vertikal logam dasar dengan penahan / penyangga.
(2) Atur posisi logam dasar kira-kira 50 mm lebih rendah dari arah pandang lurus.
(3) Bersihkan permukaan logam dasar dengan sikat kawat.
2. Posisi badan saat pengelasan
(1) Masukkan elektroda kedalam pengait pada tangkai pemegang
(2) Letakkan kabel dipundak.
(3) Posisi anda berdiri harus kaki melebar supaya tubuh anda stabil .
3. Penyalaan busur
(1) Atur arus las sekitar 110 -130A.
(2) Sudut elektroda terhadap logam dasar harus 90o .
(3) Nyalakan busur sekitar 10-20 mm didepan titik awal dan putar balik lewat starting point .
4. Pengelasan rigi – rigi
(1) Jagalah agar sudut elektroda terhadap arah pengelasan 70- 80 .
(2) Gerakkan elektroda dari tepi ke tepi dengan menggerakkan lengan.
(3) Usahakan busur pendek.
(4) Gerakkan elektroda dengan cepat ditengah rigi-rigi tapi dengan pelan pada kedua sisi.
(5) Gerakkan elektroda dari tepi ke tepi tidak melebihi 3x diameter elektroda.
(6) Majukan jarak las supaya rigi-rigi menutupi separoh rigi-rigi lainnya
(7) Jaga posisi busur agar selalu didepan terak


2.SAMBUNGAN TUMPUL KAMPUH V POSISI ARAH NAIK 3G

A. tujuan Intruksional
Setelah mempelajari dan berlatih dengan tugas ini,diharapkan mampu membuat sambungan tumpul kampuh V posisi 3G dilas satu sisi pada flatt menggunakan elektroda rutil dengan memenuhi kriteria:
* lebar jalur las 14mm
* tinggi jalur las 2mm
* sambungan jalur rata
* peneterasi minimum 90%
* undercut maksimum 10%
* tidak overlap
* terak terperangkap maksimum 2mm²
* perubahan bentuk distorsi 5°

B. Alat dan bahan
 1.alat
*seperangkat mesin LBM (SMAW)
*Satu set alat keselamatan kerja
*satu set alat bantu LBM
  2.Bahan
*plat baja lunak ukuran 100x300x10mm, di bevel 30-35 drajat
*elektroda AWS-E 6013 dan 6010 atau 6011

C. Keselamatan kerja
*gunakan helm las
*rapihkan sisi tajam plat dengan grinda
*pakailah werpack
*ganti kaca filter jika rusak
*gunakan sarung tangan
*hati hati dengan benda panas hasil las

D. Benda Kerja


E. Langkah kerja
*siapkan peralatan LBM dan alat bantu
*siapkan minimum 2buah bahan las ukur 100x300x10mm
*atur amper pengelasan dengan diameter elektroda 60-120A 
*lakukan las catat dengan elektroda AWS-E 6010
*lakukan pengelasan urut dengan menggunakan elektroda 6013
*periksa hasil las sebelum melanjutkan
*sebelum melakukan pengelasan capping grinda permukaan jalur las tersisa antara lain 0,5-1mm
*lanjutkan pengelasan sampai selesai

*SOAL

1. Apa yang dimaksud dengan sambungan pengelasan 3F
2. Apa yang dimaksud dengansambungan pengelasan 3G
3. Sebutkan alat utama pada pengelasan
4. Apa yang dimaksud dengan E-7016
5. Berapa maksimum undercut pada sambungan pengelasan 3G
6. Apabila di lakukan pengelasan sambungan sudut(T) pada kedua sisinya, maka 
    sudut perakitanya di buat membentuk..
    a. 90°
    b. 45°
    c. 60°
    d. 70°
7. Tinggi pengisian (reinforcement) dari permukaan benda kerja pada sambungan 
    tumpul adalah...mm
    a. 0-3
    b. 0-5
    c. 1-3
    d. 1-5
8. Kedalaman maksimum cekungan pada akar (root) pada sambungan tumpul.
    kampuh V adalah ... mm
    a. 1,5
    b. 1,0
    c. 2,0
    d. 2,5
9. Besar sudut elektroda pada pengelasan 3F...
    a. 70° - 80°
    b. 60° - 70°
    c.  30° - 35°
    d. 10° - 15°
10. Besar distorsi pada sambungan 3G yaitu
    a. 90°
    b. 5°
    c. 7°
    d. 10°


Jawaban :
1. 3F = posisi pengelasan sambungan sudut/fillet posisi vertikal pada pelat dengan proses las busur manual.
2. 3G = posisi pengelasan sambungan tumpul tegak atau vertikal pada pelat dengan proses lad husur manual. dengan kemiringan elektroda sekitar 10 sampai 15 drajat
3. Alat utama yaitu kabel tenaga, trafo las, kabel massa, kabel elektroda, penjepit massa
4. E 7016
    E= Elektroda
    70= kekuatan tarik 70.000 psi
    1= posisi pengelasan horizontal
    6= jenis selaput yang di gunakan adalah low hydrogen potassium.
5. 10 %
6. A
7. C
8. B
9. D
10. B