Senin, 31 Juli 2017
Las busur manual posisi 4F dan 4G pada pelat
Posisi 4F
Pengelasan sambungan sudut atau fillet posisi atas kepala atau over head pada pelat dengan proses las SMAW
Berikut video pengelasan posisi 4F SMAW = https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=%23&ved=0ahUKEwia-Ij157TVAhVHso8KHeupAV44HhDFrwEIHDAB&usg=AFQjCNF1sHlk2z9QIx28jtvfnGP_UlkifA
Posisi 4G
Posisi di Atas Kepala (Over Head), Posisi pengelasan ini sangat sukar dan berbahaya karena bahan cair banyak berjatuhan dapat mengenai juru las, oleh karena itu diperlukan perlengkapan yang serba lengkap antara lain: Baju las, sarung tangan, sepatu kulit dan sebagainya. Mengelas dengan posisi ini benda kerja terletak pada bagian atas juru las dan kedudukan elektroda sekitar 5º – 20º terhada garis vertikal dan 75º – 85º terhadap benda kerja
Berikut video pengelasan posisi 4G SMAW = https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=%23&ved=0ahUKEwiSrpOn6bTVAhUBqI8KHSB9DIgQxa8BCCswBg&usg=AFQjCNF1sHlk2z9QIx28jtvfnGP_UlkifA
PPT
https://drive.google.com/file/d/0B-c3_OzifCByZC12NTRHTlA5MHM/view?usp=drivesdk
Job Sheet
1. Posisi pengelasan 4F
1. Persiapan Sebagai langkah persiapan, perhatikan hal-hal berikut ini :
(1) Pasanglah lurus vertikal logam dasar dengan penahan / penyangga 75°-85°.
(2) Atur posisi logam dasar kira-kira 50 mm lebih rendah dari arah pandang lurus.
(3) Bersihkan permukaan logam dasar dengan sikat kawat.
2. Posisi badan saat pengelasan
(1) Masukkan elektroda kedalam pengait pada tangkai pemegang
(2) Letakkan kabel dipundak.
(3) Posisi anda berdiri harus kaki melebar supaya tubuh anda stabil .
3. Penyalaan busur
(1) Atur arus las sekitar 110 -130A.
(2) Sudut elektroda terhadap logam dasar harus 5°-20° .
(3) Nyalakan busur sekitar 10-20 mm didepan titik awal dan putar balik lewat starting point .
4. Pengelasan rigi – rigi
(1) Jagalah agar sudut elektroda terhadap arah pengelasan.
(2) Gerakkan elektroda dari tepi ke tepi dengan menggerakkan lengan.
(3) Usahakan busur pendek.
(4) Gerakkan elektroda dengan cepat ditengah rigi-rigi tapi dengan pelan pada kedua sisi.
(5) Gerakkan elektroda dari tepi ke tepi tidak melebihi 3x diameter elektroda.
(6) Majukan jarak las supaya rigi-rigi menutupi separoh rigi-rigi lainnya
(7) Jaga posisi busur agar selalu didepan terak
2. Posisi pengelasan 4G
A. tujuan Intruksional
Setelah mempelajari dan berlatih dengan tugas ini,diharapkan mampu membuat sambungan tumpul kampuh V posisi 4G dilas satu sisi pada flatt menggunakan elektroda rutil dengan memenuhi kriteria:
* lebar jalur las 14mm
* tinggi jalur las 2mm
* sambungan jalur rata
* peneterasi minimum 90%
* undercut maksimum 10%
* tidak overlap
* terak terperangkap maksimum 2mm²
* perubahan bentuk distorsi 5°
B. Alat dan bahan
1.alat
*seperangkat mesin LBM (SMAW)
*Satu set alat keselamatan kerja
*satu set alat bantu LBM
2.Bahan
*plat baja lunak ukuran 100x300x10mm, di bevel 30-35 drajat
*elektroda AWS-E 7016 dan 6012 atau 6013
C. Keselamatan kerja
*gunakan helm las
*rapihkan sisi tajam plat dengan grinda
*pakailah werpack
*ganti kaca filter jika rusak
*gunakan sarung tangan
*hati hati dengan benda panas hasil las
D. Gambar kerja
E. Langkah kerja
*siapkan peralatan LBM dan alat bantu
*siapkan minimum 2buah bahan las ukur 100x300x10mm
*atur amper pengelasan dengan diameter elektroda 60-120A
*lakukan las catat dengan elektroda AWS-E 6012
*lakukan pengelasan urut dengan menggunakan elektroda 6013
*periksa hasil las sebelum melanjutkan
*sebelum melakukan pengelasan capping grinda permukaan jalur las tersisa antara lain 0,5-1mm
*lanjutkan pengelasan sampai selesai
SOAL
1. Apa yang di maksud dengan pengelasan posisi 4F
2. Apa yang dimaksud dengan pengelasan posisi 4G
3. Sebutkan alat dan bahan yang dipakai pada pengelasan tersebut
4. Berapakah minimum penetrasi pada posisi 4G
5. Berapa jarak root face pada sambungan tumpul 4G?
7. Sudut bevel pada sambungan tumpul 4G adalah
8. Bagaimana cara mengatasi distorsi
9. Ada berapa pengelasan pada 4F
10. Apa pengertian DCSP
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar